
Setiap orang tua pasti sangat antusias menanti kata- kata pertama si kecil. Jadi tidak heran jika orang tua merasa cemas dan khawatir bila anak masih saja belum menuturkan kata- kata seperti anak lain seusianya.
Sebelum orang tua langsung memvonis gejala speech delay atau keterlambatan berkata pada anak, ada baiknya dipahami bahwa banyak anak yang mengalami perkembangan verbal secara berbeda- beda. 1 dari 4 orang anak juga memiliki perkembangan berkata yang agak lambat, namun tidak berarti dirinya mengalami masalah serius seperti gejala speech delay.
Apa itu Speech Delay?
Speech Delay adalah perkembangan tertunda terkait mekanisme berbicara, yaitu proses memproduksi suara, baik dengan bagian tubuh ataupun olah suara.
Tanda- tanda speech delay ini akan sangat signifikan jika dibandingkan dengan anak lain seusianya. Namun ada beberapa alasan yang dianggap lumrah untuk anak yang telat berbicara atau mengalami tanda- tanda speech delay, antara lain :
Anak lelaki cenderung lebih pelan sekitar 1 hingga 2 bulan dibandingkan dengan anak perempuan lain seusianya.
Anak prematur juga rata- rata akan mengalami perkembangan yang lebih telat pada 24 bulan pertama usianya. Orang tua harus tetap merujuk pada usia sebenarnya dari anak prematur dan bukan dari tanggal lahir sebenarnya.
Sekitar 50% dari bayi kembar juga akan mengalami kecenderungan speech delay.
Anak dengan masalah pendengaran, terutama infeksi kronis pada telinga yang mempengaruhi proses berbahasa.
Anak dengan fokus pada ketrampilan lain, misalnya anak yang masih berusaha untuk belajar berjalan sehingga “mengabaikan” ketrampilan berbahasa.
Tanda- tanda Speech Delay Pada Anak
Pada dasarnya, orang tua disarankan untuk selalu mempercayai naluri alami atau insting mereka. Konsultasikan masalah tanda- tanda speech delay si kecil kepada dokter Anda untuk kepastian diagnosa secara profesional :
Usia 12 bulan :
Belum memanggil “ mama” atau “ dada”
Belum menggunakan isyarat seperti melambai, menggelengkan kepala atau menunjuk
Belum berlatih menggunakan konsonant ( seperti “p” atau “b”)
Tidak mengerti atau tidak merespon pada kata “ tidak” atau “ dadah”
Tidak tertarik pada benda- benda sekeliling seperti pesawat atau burung
Belum mengucapkan sepatah kata pada usia 15 bulan
Tidak mengeluarkan suara bayi seperti sedang berbicara
Usia 18 bulan :
Tidak menunjuk pada bagian tubuh yang ditanyakan
Tidak berkomunikasi pada orang tua untuk meminta bantuan atau sesuatu hal
Tidak berkata sekurang- kurangnya 6 kata
Usia antara 19- 24 bulan:
Tidak memiliki kosa kata yang bertambah ( sekitar 1 kata per minggu)
Usia 24 bulan :
Tidak merespon pada arahan sederhana
Tidak berpura- pura main dengan boneka atau diri sendiri ( seperti menyisir rambut atau menyuapi makanan)
Tidak mencoba meniru kata- kata atau tingkah laku orang lain
Tidak bisa menyebut nama gambar di buku
Tidak bisa menggabungkan 2 kata bersamaan
Tidak tahu fungsi benda- benda umum di sekelilingnya ( misalnya sikat gigi atau garpu)
Usia 25 bulan :
Tidak merespon kalimat 2-4 kata
Tidak bisa menyebutkan bagian tubuh
Tidak tahu cara melengkapi lagu anak- anak yang sering didendangkan
Tidak bertanya pertanyaan sederhana
Usia 30 bulan:
Tidak bisa dimengerti oleh anggota keluarga lainnya
Usia 3 tahun :
Belum menggunakan kata ganti ( Saya, kamu)
Tidak bisa dimengerti oleh orang lain
Tidak bisa berbicara kalimat singkat
Tidak mengerti instruksi sederhana
Sulit berpisah dari orang tua
Cara bicara yang sangat tidak jelas
Masih berbicara sepatah kata dan sulit mengucapkan kata serta terlihat kesulitan secara jelas.
Usia 4 tahun :
Belum menguasai konsonan
Tidak mengerti konsep “ sama “ dan “ berbeda”
Tidak menggunakan kata ganti “ say” dan “ Kamu” dengan benar
Bunda disarankan untuk mencari saran ahli untuk segera mengatasi masalah tanda- tanda speech delay pada anak untuk mendapatkan solusi atau terapi yang paling tepat demi perkembangan anak .
( Sumber : baby center)