
Punya si kecil yang serba posesif dan jarang mau berbagi benda atau kasih sayang orang tua kepada orang lain? Anak kecil sejak usia balita memang sudah bisa memiliki keterikatan terhadap objek dan orang tertentu dalam hidupnya. Jika bunda melihat anak posesif, maka sangat dianjurkan untuk segera diatasi dan diajarkan cara-cara berbagi secara sehat.
Masa-Masa Posesif Anak
Rasa posesif sebenarnya adalah emosi yang normal dalam masa perkembangan anak. Bahkan para ahli mengatakan kalau berawal dari rasa posesif maka anak bisa belajar tentang cara independen dan konsep individual serta berbagi. Orang tua akan menjadi sosok guru terbaik dalam cara mengatasi anak posesif sejak awal dan butuh penanganan yang tepat agak anak tidak semakin larut dalam egonya.
Ciri-Ciri Anak Posesif
Beberapa ciri-ciri anak posesif yang lazim ditemukan antara lain :
Tidak ingin berbagi kasih sayang orang tua, baik dari Ayah atau Ibu dan keduanya, termasuk berbagi perhatian dari teman kepada orang lain.
Tidak ingin berbagi mainan.
Tidak ingin berbagi area atau tempat bermain/spot favorit tertentu.
Berlaku protektif secara berlebihan terhadap adik yang baru lahir
Sering memerintah dan tidak melibatkan teman- teman lain dalam kegiatan bermain atau aktivitas bersama.
Mengapa Anak Menjadi Posesif?
Banyak alasan mengapa si kecil bisa menjadi anak posesif, termasuk kehadiran adik baru, persaingan antar saudara, hingga parenting yang tidak tepat sasaran. Tak jarang, perceraian juga bisa menjadi pemicu anak posesif karena rasa takut kehilangan. Apapun alasannya, emosi anak posesif itu adalah sah dan wajib mendapat perhatian Anda.
Riset juga membuktikan kalau semakin orang tua mengabaikan prilaku anak posesif, maka akan anak akan merasa terkucil, tidak disayang atau bahkan terancam. Jadi, pemikiran negatif ini malah akan memicu sifat semakin posesif yang berkelanjutan dalam sebuah siklus buruk yang tiada akhirnya.
Mengatasi Anak Posesif
Bagi semua anak, konsep berbagi adalah hal yang kompleks. Dibutuhkan waktu, pemahaman logika dan kemauan untuk berbagi yang akhirnya akan menghilangkan ciri posesif pada anak. Jika anak posesif terlihat enggan, jangan langsung patah arang tetapi terapkan terus dengan cara-cara berikut ini:
Sisihkan satu benda favorit yang menjadi miliknya seutuhnya tanpa harus berbagi. Selebihnya, ajarkan dia berbagi benda-benda lain kepada saudara atau teman-temannya.
Sisihkan juga waktu spesial untuk berdua dengan si kecil, sehingga ini bisa mengurangi ketergantungannya terhadap Anda.
Mulai berbagi benda yang banyak kuantitasnya di dalam koleksi si anak, misalnya buku, mainan blok atau mobil-mobilan dsbnya. Ini akan lebih mudah dibandingkan dengan berbagi mainan yang jumlahnya hanya satu dua saja.
Motivasi dan beri pujian jika si kecil mau berbagi walaupun hanya sedikit saja.
Berikan contoh, misalnya mengundang teman dengan anak kecil lainnya supaya anak semakin paham akan konsep sosialisasi dan berkumpul bersama.
Terus bersabar hingga anak merasa cukup nyaman dengan konsep berbagi.
Masa- masa mengatasi anak posesif memang akan cukup sulit dan menantang. Hal ini dikarenakan konsep berbagi memang adalah hal yang baru untuk setiap anak, sehingga dibutuhkan banyak latihan, waktu dan kesabaran dari orang tua. Dengan berjalannya waktu dan cara parenting yang baik, maka rasa posesif anak umumnya akan berangsur berkurang secara alami. Selamat mencoba moms!