Blog

Efektifkah Fogging untuk Memerangi Demam Berdarah?

Efektifkah Fogging untuk Memerangi Demam Berdarah?

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Banyak cara yang telah dilakukan untuk mencegah penyakit Demam Berdarah ini masuk ke tubuh manusia salah satunya adalah dengan penyemprotan atau fogging.


Fogging yang dilakukan dengan menggunakan mesin yang mengeluarkan asap berisi insektisida ini bekerja untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab menyebarnya penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). 


Fogging nyatanya dipercaya efektif sebagai upaya penanggulangan jika ditemukan kasus kejadian luar biasa atau populasi nyamuk dewasa sedang tinggi. Fogging inilah yang akan menekan populasi nyamuk.


Walau demikian, membuat kegiatan fogging di lingkungan rumah tetap harus mengikuti aturan perda yang berlaku. Biasanya fogging hanya dapat dilakukan jika sudah ada koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, hingga puskesmas. Kegiatan fogging ini juga biasanya dilakukan saat nyamuk aedes Aegypti beraktivitas yakni sekitar pukul 08:00 - 11:00 dan pukul 14:00 - 17:00.


Akan tetapi, kegiatan fogging ini ternyata belum begitu efektif untuk mencegah DBD secara keseluruhan karena nyamuk ini tetap menyisakan telur dan jentik atau larva.


Fogging ini juga tidak dianjurkan untuk dilakukan secara rutin karena dapat menyebabkan nyamuk tersebut menjadi resisten terhadap insektisida sehingga kegiatan fogging pun akhirnya menjadi sia-sia dan belum lagi fogging ini juga dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, fogging juga harus dibarengi dengan upaya pencegahan penyakit DBD lainnya agar rantai penyebaran berhenti. 



Salah satu yang dapat kita lakukan adalah dengan aktivitas 3M Plus yaitu:


MENGURAS

Membersihkan tempat yang menjadi penampungan air seperti bak mandi, penampung air minum, atau emar air



MENUTUP

Tutup secara rapat tempat penampungan air agar tidak menjadi tempat pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti



MENDAUR ULANG

Kamu bisa mendaur ulang dan memanfaatkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD agar memutus rantai pengembangbiakannya.

 

PLUS

Plus di sini adalah berbagai bentuk pencegahan selain 3M diatas, seperti menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, atau menanam tanaman pengusir nyamuk.

 

Moms juga bisa berjaga-jaga dengan mendaftarkan diri ke asuransi kesehatan, salah satunya adalah dengan mengikuti program Simas Demam Berdarah dari Asuransi Simas Jiwa.


Simas Demam Berdarah ini akan memudahkan Moms ketika anggota keluarga terserang demam berdarah. Cukup membayar premi sebesar Rp 50.000/tahun Moms dapat merasakan pelayanan yang terbaik dalam penanganan Demam Berdarah ini


Untuk ingin mengetahui lebih lengkap program Simas Demam Berdarah, Moms dapat klik gambar yang ada di bawah ini:





Copyright © 2026 . All rights reserved by GIGEL.ID