
Orang tua mana yang tidak ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil? Bahkan untuk sebagian orang tua, mereka akan membeli kebutuhan untuk si kecil yang terbaik guna mendukung tumbuh kembang dan kesehatannya contohnya adalah produk perawatan bayi seperti sabun, shampo, bedak, dan produk bayi sejenis lainnya.
Akan tetapi, jangan asal membeli ya Moms. Perlu diketahui bahwa kulit bayi tidak sama dengan kulit kita. Salah-salah kulit si kecil bisa terkena iritasi atau penyakit lainnya. Sebelum membeli produk perawatan bayi, perhatikan bahan-bahan yang harus dihindari dalam produk perawatan bayi berikut:
TALC
Talc biasa digunakan sebagai agen pengering akan tetapi mineral ini dikenal dapat mengiritasi paru-paru dan bisa juga penyebab kanker. Talc ini merupakan mineral bubuk yang ditambahkan ke bedak bayi dan kosmetik bubuk lainnya.
Ada baiknya Moms untuk tidak menggunakan bedak bayi kepada si kecil karena bedak bayi ini dapat membuat iritasi paru-paru atau bahkan orang-orang yang berada di dekatnya ketika sedang memakai bedak bayi tersebut.
Moms bisa mengganti bedak bayi menjadi lotion atau krim bayi. Bahkan beberapa brand ada juga yang sudah berinovasi membuat bedak cair sehingga mengurangi peluang si kecil menghirup partikel kecil bedaknya.
PEWANGI
Untuk sebagian besar orang, wangi menjadi salah satu faktor dalam membeli suatu produk untuk badan. Namun, pewangi pada produk perawatan bayi si kecil nyatanya dapat membahayakan dirinya. Terjadinya wangi dalam sebuah produk merupakan campuran hingga 100 dari lebih dari 3.000 bahan kimia yang berbeda, termasuk 1,4-Dioxane, titanium dioxide, paraben, hingga methanol dan formalin.
Efek yang ditimbulkan jika Moms memakaikan produk perawatan bayi yang mengandung pewangi ke si kecil yaitu timbulnya masalah pernapasan seperti asma, kanker, kerusakan saraf, kulit, mata, serta mengganggu sistem kekebalan tubuhnya.
PHTHALATE DAN PARABEN
Phthalates dan paraben adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam produk perawatan bayi dan juga dewasa seperti shampo dan lotion.
Phthalates dan paraben dapat menyebabkan masalah reproduksi seperti penurunan motilitas dan konsentrasi sperma, alergi, asma, dan juga kanker. Parabens adalah neurotoksin dan terkait dengan toksisitas reproduksi, gangguan hormon, imunotoksisitas serta iritasi kulit.
FORMALIN
Formalin merupakan pengawet yang ditambahkan pada produk yang berbentuk cair untuk mencegah timbulnya jamur di dalam produk tersebut. Formalin biasanya digunakan sebagai cairan untuk pembalseman. Akan tetapi bisa juga digunakan untuk mengawetkan sejumlah produk rumah tangga.
Adanya formalin pada produk perawatan bayi dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti mata dan tenggorokan seperti terbakar, hidung tersumbat atau berair, dan ruam kulit.
MINERAL OIL
Minyak bayi pada dasarnya terbuat dari minyak mineral yang dicampur dengan parfum namun kombinasi tersebut merupakan kombinasi yang buruk. Minyak mineral merupakan produk sampingan murah dari pengolahan minyak bumi yang biasa dibuat untuk bensin.
Minyak mineral ini bertindak sebagai pembungkus transparan pada kulit sehingga mengganggu penghalang kekebalan alami kulit dan menghambat kemampuan kulit untuk melepaskan racun dan membantu mengurangi kehilangan air dari kulit - kulit menua prematur sehingga sel kulit menjadi minim kelembaban.
Mengoleskan minyak mineral tersebut ke kulit dapat menyebabkan berbagai efek hormonal negatif seperti disfungsi ovarium, endometriosis, keguguran dan kerusakan sistem kekebalan tubuh.
Jika Moms sedang mencari lotion bayi, krim, atau minyak bayi untuk si kecil, Moms bisa memilih produk yang memiliki bahan minyak alami dan bergizi seperti minyak zaitu, kelapa, atau almond manis untuk kulit sensitif si kecil.
TRIKLOSAN
Produk perawatan yang ditulis sebagai “antibakteri” biasanya mengandung triclosan. Meskipun Moms ingin menjauhkan si kecil dari bahaya bakteri jahat dengan membeli produk perawatan antibakteri, akan tetapi produk perawatan antibakteri bukan pilihan yang tepat.
Begitu sangat sterilnya lingkungan si kecil dapat juga menghambat kemampuan si kecil untuk menciptakan sistem ketahanan dan kekebalan secara alami, bahkan dapat meningkatkan kemungkinan alergi.
Sebenarnya, cukup dengan air dan sabun biasa dapat bekerja lebih baik untuk membersihkan serta menyingkirkan kuman di kulit si kecil.
Moms bisa memilih produk perawatan bayi dengan berbahan organik meskipun sulit untuk ditemukan. Meskipun untuk produk perawatan bayi ini tidak memiliki bau yang wangi seperti produk yang biasa kita jumpai, akan tetapi kesehatan si kecil akan jauh lebih terlindungi dalam jangka panjang.