Sembelit Pada Bayi : Gejala, Penyebab, Penanganan & Pencegahan

Sembelit Pada Bayi : Gejala, Penyebab, Penanganan & Pencegahan

Sebagai orang tua, wajar jika bunda selalu rajin memonitor perkembangan mereka dari hari ke hari, termasuk juga dalam hal BAB si kecil. Jika kondisi pencernaan bayi lancar, maka ini adalah pertanda kalau kondisi tubuhnya dalam keadaan prima. Sebaliknya, jika bayi susah BAB atau bayi sembelit, maka tubuh sedang mengirimkan signal bahwa ada hal yang tidak berjalan normal pada dirinya.

Untuk ini, penting bagi bunda untuk mempelajari segala sesuatu hal yang berkenaan dengan sembelit pada bayi. Kapan saja Anda harus lebih waspada terhadap absennya BAB pada bayi. Yuk ikuti panduan sembelit pada bayi berikut ini :

Apakah bayi saya sembelit?

Pertama- tama, orang tua tentunya sudah tahu apa yang menjadi standar BAB yang normal untuk si bayi. Antara bayi yang satu tentu berbeda dengan yang lain. Namun pada dasarnya, faktor penentu BAB bayi adalah : asupan makanan/ minuman, tingkat keaktifan si bayi, dan seberapa cepat sistem pencernaan.

Untuk bayi yang masih dalam masa susu formula atau MPASI, umumnya BAB adalah sekurang- kurangnya satu kali dalam sehari. Sedangkan untuk bayi dalam masa ASI, frekuensi BAB bisa cukup bervariasi, dari beberapa kali dalam sehari hingga sekali dalam seminggu.

Secara perlahan namun pasti, orang tua pasti bisa mengetahui kebiasaan BAB si bayi. Oleh karena itu, perhatikan gejala sembelit pada bayi jika :

  • Frekuensi BAB berkurang dari kebiasaan rutinnya, terutama jika melebihi 3 hari atau lebih dan bayi tampak kurang nyaman/rewel.

  • Bayi susah BAB walaupun susah mencoba berkali- kali dikarenakan terlalu keras atau kering.

Penyebab Sembelit Pada Bayi.

  • MPASI : Jangan heran jika bayi susah BAB selama masa pergantian MPASI. Perubahan menu makanan dari sepenuhnya susu menjadi variasi makanan seperti bubur yang rendah fiber akan memicu bayi sembelit.

  • Susu Formula : Bayi yang sepenuhnya diberi ASI umumnya jarang mengalami sembelit karena adanya keseimbangan lemak dan protein sehingga BAB umumnya lunak. Berbeda dengan susu formula yang punya komponen berbeda sehingga reaksi BAB tiap anak juga berbeda. Konsultasikan kepada dokter jika si kecil mengalami susah BAB.

  • Dehidrasi : Kurangnya asupan air juga akan mempengaruhi pencernaan.

  • Sakit atau kondisi medis : Walaupun jarang, sembelit pada bayi bisa juga disebabkan oleh beberapa kondisi medis atau alergi. Konsultasikan pada dokter jika bayi sembelit tanpa ada faktor yang bisa ditentukan secara jelas.

Bagaimana mengatasi & mencegah sembelit pada bayi?

  • Berikan sedikit olah fisik sesuai usia si bayi. Jika si bayi dalam masa merangkak, dorong dirinya untuk lebih banyak merangkak. Atau gerakkan kaki si kecil yang masih sering terbaring.

  • Pijat dengan lembut bagian perut bayi selama lebih kurang 3 menit. Gunakan bagian ujung jari di posisi bawah pusar dan mengarah ke bagian bawah.

  • Konsultasikan merek susu formula dengan dokter anak Anda.

  • Untuk bayi yang sedang dalam masa MPASI, berikan buah yang penuh serat sebgai pengganti bubur atau sereal.

  • Untuk bayi yang susah BAB hingga menyebabkan luka di bagian anus, berikan krim aloe vera atau konsultasikan kepada dokter Anda demi kenyamanan bayi.

  • Hindari memberikan bayi obat pencahar yang tidak sesuai anjuran dokter

  • Segera hubungi dokter jika bayi kehilangan selera makan atau berat badan, BAB berdarah, dan jika bayi berusia di bawah 4 bulan.

Posted on 11/29/2017 Home, Baby, Health 0 177

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Prev
Next