Yuk Berkenalan Dengan Metode Montessori!

Yuk Berkenalan Dengan Metode Montessori!

Mungkin orang tua sudah tidak asing lagi mendengar kata metode Montessori, terutama bagi para bunda atau ayah yang sedang mencari prasekolah atau tempat belajar baru buat si kecil. Jika kalian masih ingin mengetahui lebih lanjut tentang metode Montessori, yuk saatnya berkenalan dengan metode Montessori buat si kecil!

Apa itu Metode Montessori?

Metode Montessori adalah cara belajar untuk anak- anak yang fokus pada kemandirian, pengasahan ketrampilan, dan kebebasan berekspresi yang punya manfaat sangat besar buat si kecil.

Lebih dari 100 tahun yang lalu di Italia, metode Montessori digagas oleh seorang wanita yang bernama Dr. Maria Montessori. Karena dedikasi dan perhatian penuhnya dalam pengembangan anak secara keseluruhan, baik dari segi emosional, kognitif, fisik dan sosial, cara pendekatan dokter ini kemudian menjadi sebuah filosofi pendidikan anak- anak yang lebih dititikberatkan kepada interaksi dan bukan pada instruksi.

Sekolah dan lembaga pendidikan yang menggunakan teknik metode Montessori umumnya akan memiliki karakteristik cara belajar yang cukup unik, antara lain :

  • Kelas Multi-Usia

Di sebuah kelas dengan metode Montessori, pengelompokkan anak- anak tidak berdasarkan pada usia yang sama. Anak- anak berusia 3- 6 tahun bisa saja ditempatkan pada ruang kelas yang sama demi menciptakan komunitas multi-usia. Metode Montessori meyakini kalau perbedaan antara usia anak- anak ini akan menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, dimana anak yang kecil bisa belajar dari anak yang lebih besar dan sebaliknya, anak yang besar bisa belajar berbagi dengan adik- adik kecil.

Selain itu, guru di kelas metode Montessori juga biasanya tetap mengajari anak- anak yang sama selama minimal 3 tahun. Jadi tidak ada pertukaran guru seiring pergantian tahun.

  • Material Belajar Metode Montessori

Ada beberapa bahan atau materi belajar metode Montessori yang berbeda dalam segi ukuran dan pengembangannya. Dirancang khusus dengan konsep spesifik dan ketrampilan, alat belajar metode Montessori dilengkapi dengan mainan berbagai bentuk dan ukuran, contohnya : alat masak berukuran anak- anak, manik atau ronce mini, dan masih banyak lagi.

Sekolah metode Montessori juga dilengkapi dengan fasilitas yang sama dengan layout yang tidak berbeda dari satu sekolah dengan yang lainnya.

  • Belajar Independen

Berbeda dengan prasekolah tradisional, kelas metode Montessori biasanya sangat disibukkan dengan berbagai aktivitas yang berbeda- beda pada waktu yang sama. Dalam kelas ini, guru atau pembimbing akan memperkenalkan beberapa material kepada murid- murid di dalam kelas. Anak- anak lalu akan memilih jenis aktivitas yang ingin dikerjakan berdasarkan keinginannya sendiri.

Selama bermain, guru atau pembimbing akan mengobservasi dan memberikan bantuan untuk memotivasi anak agar belajar melalui material yang ada. Para murid juga biasanya tidak segan- segan untuk saling membantu teman- temannya.

  • Aktivitas Sekolah Yang Unik

Kelas metode Montessori juga biasanya berjalan lebih lama dibandingkan sekolah tradisional lainnya. Hal ini dikarenakan teknik mengajar yang lebih makan waktu dan berbeda. Anak- anak diberikan kebebasan untuk memilih bahan bermain, menyelesaikan tugas, dan juga membersihkan peralatan setelah belajar.

Anak- anak dan guru juga akan saling berkumpul setelah kelas untuk berdiskusi tentang ekspektasi atau sekedar melalukan presentasi, bernyanyi dan lain sebagainya.

Jam makan di sekolah Montessori terdiri dari pelayanan bersama oleh anak- anak, termasuk juga membersihkan setelah selesai makan. Selain itu, kegiatan berlatih fisik atau bermain akan dilanjutkan di luar setelah selesai makan siang.

Pada dasarnya, metode Montessori bertujuan untuk mengarahkan anak untuk tumbuh kembang sesuai dengan ritme dan minatnya. Hasilnya, seorang murid dari metode Montessori akan menjadi anak yang lugas dan siap menghadapi sekelilingnya berdasarkan insting pribadinya, dan bukan dari arahan umum sekolah pada biasanya.

Posted on 11/22/2017 Home, Toddler, Toddler Development 0 149

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Prev
Next