10 Hal Wajib Diketahui Seputar Toilet Training Balita Anda

10 Hal Wajib Diketahui Seputar Toilet Training Balita Anda

Toilet training pada bayi atau potty training adalah melatih aktivitas toilet seperti pipis dan BAB pada tempatnya. Biasanya bunda sudah boleh mencoba melatih toilet training pada bayi di usia 18 bulan hingga 3 tahun. Siap untuk toilet training pada bayi ? Yuk lihat dulu 10 hal yang wajib diketahui pada toilet training pada bayi Anda.

  1. Tunggu sampai si kecil siap

Walaupun pada umumnya toilet training pada bayi dimulai pada usia 18 bulan, ada baiknya jika orang tua tetap memperhatikan tanda- tanda kesiapan si kecil. Awali dengan perlahan dan pancing minatnya dengan cara menunjukkan cara memakai toilet dengan benar atau mendorong dirinya memakai kembali celana dalam setelah selesai menggunakan toilet.

  1. Perhatikan tanda- tanda kesiapan

Toilet training pada bayi bisa dimulai terutama jika si kecil sudah mulai bisa menahan pipis hingga beberapa jam dan punya rutinitas toilet yang bisa diprediksi oleh orang tua. Jika si kecil sudah bisa memberitahu kebutuhan toiletnya, maka itu juga merupakan pertanda kesiapan toilet training pada bayi.

  1. Tiap anak pasti berbeda

Toilet training pada bayi adalah proses pertumbuhan yang normal dan berbeda - beda pada setiap anak. Bukan hal yang tidak normal jika si kecil tiba- tiba kembali ingin mengenakan popok setelah sukses toilet training beberapa hari sebelumnya. Kuncinya adalah bunda harus tetap bersabar dan memovitasinya secara positif.

  1. Beri si kecil motivasi berupa hadiah

Hadiah yang dimaksud bisa saja berupa tepuk tangan, pujian, pelukan atau cium sayang. Bahkan ada juga orang tua yang memberikan ekstra permen sesekali untuk semakin memotivasi toilet training pada bayi. Apapun wujud hadiahnya, tekankan pada aksi keberhasilan anak dibandingkan hadiahnya.

  1. Bedakan antara siang dan malam

Walaupun toilet training pada bayi sudah sukses berjalan pada pagi hingga sore hari, bukan berarti si kecil sudah bisa menahan pipis sepanjang malam. Pada umumnya, usia ngompol pada anak bisa berlangsung hingga 5 tahun. Oleh karena itu, terapkan ekspektasi yang berbeda dan cara yang berbeda pula untuk toilet training pada bayi di malam hari.

  1. Mulai toilet training pada bayi di situasi yang pas

Mulai toilet training pada bayi pada situasi yang nyaman untuk dirinya. Hindari mulai toilet training pada bayi di momen- momen yang signifikan, misalnya saat dirinya mulai bersekolah, pindah rumah, atau kedatangan adik bayi. Momen- momen seperti itu umumnya akan punya pengaruh besar pada emosional si kecil dan tidak disarankan untuk memberikan tekanan toilet training pada bayi di saat itu.

  1. BAB bisa berjalan mudah ( atau susah)

Banyak anak yang sukses menguasai toilet training BAB dibanding pipis, dan sebaliknya ada juga anak yang lebih mahir toilet training pipis dahulu. Jadi bunda harus tahu kalau kedua proses toilet training pada bayi bisa saja berbeda dan tidak terlalu memaksa anak secara bersamaan.

  1. Beda toilet, beda hasil.

Jika toilet training pada bayi sudah sukes di rumah, bunda harus lebih siaga saat berpergian bersama di kecil. Tidak semua anak merasa nyaman dengan toilet umum sehingga orang tua disarankan untuk mempersiapkan popok dan memperhitungkan waktu pipis sebelum berangkat dari rumah.

  1. Kegagalan adalah hal biasa

Tidak heran jika toilet training pada bayi berjalan lancar selama berbulan- bulan dan tiba- tiba si kecil masih saja ngompol. Banyak hal yang mempengaruhi kejadian ngompol, misalnya dirinya sedang malas atau lupa dan hal sebagainya. Bunda disarankan untuk tetap sabar dan mengingatkan dirinya untuk ke toilet selama beberapa jam.

  1. Si kecil pasti bisa

Ya, terlepas dari masa toilet training pada bayi - yakinlah kalau setiap anak pasti akan berhasil menguasai toilet training pada akhirnya. Yang penting adalah kesabaran, konsistensi dan kasih sayang untuk dirinya.

Selamat latihan toilet training pada bayi buat para ibu- ibu hebat semuanya yah!

Posted on 12/08/2017 Home, Toddler, Toddler Development 0 386

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Prev
Next