Ingin Hamil Lagi? Baca Dulu Jarak Ideal Kehamilan

Ingin Hamil Lagi? Baca Dulu Jarak Ideal Kehamilan

Baru saja bunda mulai terbiasa dengan ritme menjaga bayi yang mulai beranjak besar, pasti akan terbersit keinginan untuk memberikan adik buat si buah hati. Bunda bisa saja merasa ragu atau bersemangat untuk menambah anggota keluarga, namun perlu juga dipertimbangkan jarak kehamilan yang ideal demi kenyamanan setiap anggota keluarga.

Pada dasarnya, bunda tidak perlu terlalu stress dengan efek psikologis atas perbedaan jarak kehamilan atau usia antara anak- anak. Setiap jarak usia anak- anak, baik besar maupun kecil selalu memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Hal ini dikemukakan oleh ahli perkembangan psikologis Roni Cohen Leiderman, Ph.D dari University of Florida, Fort Lauderdale.

Mau tahu bagaimana saja pro dan kontra jarak kehamilan antar anak- anak? Yuk kita teliti bersama:

  • Jarak Kehamilan atau Usia Anak: 1 - 2 tahun

Keunggulan terbesar dari memiliki anak- anak dengan jarak kehamilan yang dekat adalah keakraban antar kakak dan si adik. Layaknya teman seusia, anak- anak dengan perbedaan usia 1- 2 tahun biasanya akan saling menemani saat bermain atau menjalankan aktivitas sehari- hari.

Anak- anak di bawah usia 2 tahun juga biasanya lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan kedatangan bayi baru di keluarga, sesuai dengan riset dari University of Maryland. Pada usia yang masih kecil ini, mereka biasanya belum punya ketakutan atau rasa terancam atas datangnya si adik.

Keunggulan lain dair jarak kehamilan 1-2 tahun adalah peran ayah yang lebih aktif sehingga keluarga menjadi lebih dekat. Dengan adanya 2 anak kecil di rumah, ayah sering harus lebih terjun untuk membantu ibu dalam menangani si kecil.

Kelemahannya adalah tantangan yang cukup besar dalam mengurus 2 anak kecil sekaligus. Walupun ayah sudah ikut serta, seringkali ibu akan merasa kewalahan, energi terkuras, hingga kelelahan fisik yang cukup signifikan.

Anak- anak juga bisa saja lebih sering tidak akur dan saling berebut mainan hingga perhatian orang tua. Namun orang tua disarankan agar tetap mengajarkan disiplin sejak dini dengan cara meluangkan waktu dengan masing- masing anak.

  • Jarak Kehamilan atau Usia Anak : 2-3 tahun

Jarak kehamilan atau usia anak 2- 3 tahun adalah jarak kehamilan yang paling umum di keluarga modern. Para ahli juga lebih menyarankan jarak kehamilan 2-3 tahun karena anak- anak akan cenderung akrab tanpa harus adanya jarak kehamilan yang terlalu padat.

Walaupun anak- anak dengan jarak kehamilan 2-3 akan lebih sering berkelahi, mereka akan belajar problem solving dengan baik. Interaksi antara anak- anak yang terlalu dekat usianya cenderung akan agresif dan penuh dengan stress.

  • Jarak Kehamilan atau Usia Anak : 3 tahun atau lebih

Jarak kehamilan yang terlalu jauh umumnya akan menghilangkan kompetisi antar saudara yang biasanya ada di jarak kehamilan yang lebih pendek. Saudara yang lebih tua juga akan lebih punya rasa sayang kepada adiknya dan lebih mau mengalah dan berempati pada bayi kecil.

Hal ini disebabkan karena si kakak atau abang sudah punya banyak waktu berduaan dengan orang tua sebelum kehadiran si bayi. Mereka juga ingin mengambil peran yang dominan dalam membesarkan adik bayi. Dinamika ini cukup positif, terutama jika orang tua pintar mengarahkan dan mengelola emosi anak yang lebih tua dengan baik.

Tetapi jarak kehamilan yang agak jauh berarti anak- anak biasanya tidak cocok menjadi teman sepermainan. Banyak juga ibu yang mengaku agak sulit menyesuaikan diri dengan ritme aktivitas baru yang agak padat karena sudah terbiasa dengan mudahnya mengatur anak yang sudah mulai besar.

Dari paparan diatas, terlihat bahwa setiap jarak kehamilan memiliki keunggulan dan kelemahan masing- masing. Pertimbangkan pula faktor finansial, kesehatan, karir dan beberapa hal lainnya yang bisa menjadi bahan membuat keputusan saat ingin hamil lagi.

Posted on 08/23/2017 Home, Pregnancy, Prenatal care & test 0 597

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Prev
Next